Elok
dan Khasiat Pemandian Air Panas Sungai Janiah yang Penuh Legenda
Sebagai
daerah yang memiliki banyak gunung. Tak heran kalau Sumatera Barat juga
memiliki banyak tempat-tempat pemandian air panas. Salah satu daerah yang
memiliki pemandian air panas adalah di Kabupaten Solok, yaitu pemandian air panas Sungai Janiah. Pemandian air panas sungai janiah terletak di desa Aia Angek Kabupaten Solok. Pemandian ini
memiliki dua kolam mandi. Satu dimiliki masyarakat desa dan yang satu lagi dikelola
oleh pribadi. Pemandian yang dikelola oleh masyarakat menyerupai tempat - tempat pemandian di desa pada
umumnya, yaitu memakai pancuran. Selain pancuran, pemandian ini juga sudah di
kolamkan. Sedangkan pemandian yang kedua berbentuk kolam renang. Selain itu
juga ada tempat mandinya terpisah antara laki-laki dan perempuan.
Di pemandian yang memiliki kolam renang, agar tidak
terlalu panas, maka air
kolamnya
dicampur dengan air dingin. Sehingga kulit tidak terlalu terkejut ketika masuk
kolam ini. Untuk yang lebih panasnya oleh pemilik kolam renang disediakan
pancuran di tepi kolam.
Untuk
mencapai daerah ini, dari Kota Padang sebelum masuk daerah Kota Solok, di desa
yang bernama Aro Talang ada Simpang Tiga. Masuk ke simpang tersebut
sebelah kanan dan berjalan dengan mobil sejauh sekitar 10 km. Setibanya
di desa Aia Angek, kita bisa lihat dua tempat pemandian umum. Masyarakat disana mandi pada malam
hari dan pagi hari sebelum subuh. Sebab pada siang hari air akan terasa sangat
panas. Sementara kalau malam hari udara yang dingin akan mengurangi rasa panas
yang ditimbulkan oleh uap air.
Jadi kalau
anda berminat untuk mandi di Pemandian Air Panas ini, sebaiknya pergi sore hari
dari Padang. Sesampainya di sana hari sudah malam, dan anda bisa langsung
mandi.
Kolam pemandian
yang dikelola oleh masyarakat setempat tersebut setiap harinya kerap didatangi
warga dari berbagai daerah di Sumatera Barat, baik untuk mendapatkan
kesegarannya maupun pengobatan. Setiap harinya selalu saja ada yang datang dan
mandi serta memanfaatkan kesegaran badan. Rata-rata kalau rombongan menggunakan mobil berukuran sedang
maupun dengan sepeda motor.
Untuk bisa
menikmati sensasi air hangat dengan maksimal dan berkhasiat untuk kesembuhan di
lokasi tersebut, disarankan untuk datang pada waktu subuh dan maupun sore hari.
Dua waktu tersebut sangat bagus, karena hawanya dingin, juga sangat bagus untuk
pengobatan. Namun jangan datang pada saat siang hari. Biasanya pada
siang hari suhu air akan sangat panas. Telur saja bisa masak saat siang hari
Sungai Janiah sudah lama terkenal memiliki legenda “Ikan Sati” atau ikan sakti. Di lokasi yang terletak 3,5 km dari sebuah simpang
sebelum Pasar Baso di tepi jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh kini dijadikan
objek wisata. Sungai Janiah bukanlah sebuah sungai berair jernih, tapi hanya
sebuah kolam ikan di belakang sebuah mesjid yang airnya tidak jernih.
Para pengunjung ada yang kesana untuk melihat ikan-ikan yang meliuk berenang kian-kemari. Penduduk disana tidak ada yang tahu jenis ikan yang rata-rata panjangnya setengah meter
hingga yang kecil 10 cm. Ikan-ikan tersebut berwarna gelap, berbadan ramping
dan panjang. Orang-orang disana hanya tahu ikan-ikan tersebut sakti dan
sudah ada sejak zaman dulu. Penduduk sekitar memiliki legenda bahwa nenek
moyang ikan di sana berasal dari seorang anak perempuan. Setidaknya ada
dua versi cerita legenda tentang ikan Sungai Janiah. Versi pertama di kutip
dari buku sederhana karangan Ketua Seksi Pariwisata Bapak C. Panggulu Basa yang
banyak dijual di kedai-kedai kecil di objek wisata Sungai Janiah. Versi kedua
menurut tokoh Sungai Janiah, Muchtar Tuanku Sampono.




mantap..refreshing nya bisa..berobat pun bisa
BalasHapuspas banget bawa orangtua tuk berobat dan anak-anak tuk tau history.,,.komplit infonya dah
BalasHapusada ya ternyata wisata alam berupa sungai..sangat memabantu dan menambah pengetahuan
BalasHapus