Selasa, 13 November 2012

Wow.. Eksotisnya Wisata Alam Gunung Rinjani



Wow.. Eksotisnya Wisata Alam 

Gunung Rinjani


B
alai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Rinjani, di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2009 mencapai 12.756 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 11.391 orang. Jumlah wisatawan yang melakukan wisata alam dan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani pada 2009 meningkat cukup signifikan dari tahun sebelumnya meskipun kawasan tersebut dalam status waspada.

           TNGR merupakan kawasan wisata andalan NTB yang telah dikenal dunia internasional karena pada tahun 2004 menerima penghargaan dunia yakni "World Legacy Award" dari National Geographic sebagai daerah wisata yang berhasil mengembangkan pariwisata berbasis ekowisata. Tahun 2008 pun TNGR termasuk tiga finalis "Tourist for Tourism Award" untuk kategori "Destination Award" yang diselenggarakan oleh World Tourist and Tourism Council (WTC) yang bermarkas di London, Inggris. Selain itu, TNGR pun telah diusulkan untuk ditetapkan sebagai Taman Bumi (geopark) yang akan menambah jumlah geopark dunia yang saat ini terhitung 53 buah. Geopark tersebut tersebar di 17 negara di bawah jaringan Unesco.
Gunung Rinjani (3.726 di atas permukaan laut/mdpl) saat ini masih berstatus waspada tingkat II karena Gunung Barujari (2.376 mdpl) yang merupakan anak Gunung Rinjani meletus pada 2 Mei 2009. Akibat adanya letusan anak Gunung Rinjani tersebut, seluruh jalur pendakian ditutup sementara dan dibuka kembali setelah adanya rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. Namun pihaknya tetap mengimbau kepada para pengunjung yang melakukan pendakian untuk tidak memasuki kawasan Danau Segara Anak yang berada pada ketinggian sekitar 2.010 mdpl sebelum mencapai puncak Gunung Rinjani, karena dekat denagn lokasi letusan Gunung Baru Jari.

 

Para pengunjung tetap melakukan pendakian hingga ke danau dengan alasan ingin melihat panorama alam Gunung Rinjani dari kawasan tersebut. Sebanyak 12.756 orang wisatawan tersebut terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 9.172 orang dan wisatawan Nusantara sebanyak 3.584 orang. Para pengunjung tersebut melakukan pendakian ke Gunung Rinjani melalui empat jalur pendakian resmi yang telah ditentukan pemerintah. Empat jalur pendakian resmi tersebut yakni jalur pendakian Torean di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, jalur Senaru di Kecamatan Kayangan Lombok Utara, jalur pendakian Timbanuh di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur dan jalur pendakian Sembalun di Kecamatan Sembalun Lombok Timur. Khusus untuk para wisatawan mancanagera yang melakukan pendakian umumnya diajak oleh pengusaha yang bergerak di bidang jasa pendakian atau tracking organizer (TO) yang ada di wilayah Kecamatan Sembalun dan Senggigi, Lombok Barat, NTB. Ribuan  wisman yang sebagian besar berasal dari Jerman, Prancis dan Kanada itu diajak pengusaha yang bergerak di bidang jasa perjalanan wisata yang ada di wilayah Lombok Timur dan di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat.
Perjalanan menuju puncak tergolong lumayan berat karena meniti dibibir kawah. Pada ketinggian 200 meter terakhir harus ditempuh dengan susah payah karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun. Buat highlander ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yg indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari.
Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, hanya cukup stamina, kesabaran dan kegigihan. Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program 3 hari 2 malam. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat seperti tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yg diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay di desa Senaru. Yang unik lainnya dari Rinjani, disana ada cukup banyak toilet. Bentuknya kotak besi warna hijau. Diatasnya ada penampung air hujan. Juga ada yang memakai tangki fibre.
Cerita tentang pemandangan rasanya kita tidak akan kehabisan momen pengambilan gambar. Pagi dan sore saat yang paling indah untuk di foto, Rinjani dengan kontur tiga dimensinya yang ektrim menyediakan begitu banyak sudut indah. Awan, kabut, pohon tunggal ditengah savana, monyet yang ekspresif, porter in action, wajah gembira highlander atau mahasiswa ketika mendapatkan karper besar, perjuangan menggapai puncak rinjani menyediakan banyak momen bagus untuk di foto.
Jika tidak memiliki waktu yang lama Lombok masih dapat dicapai dalam liburan sabtu-minggu. Sekarang ini banyak penerbangan Jakarta-Lombok (via Surabaya). Kalau menggunakan penerbangan udara sore, dapat berangkat sesudah pulang kerja di jumat petang, tiba di Mataram sekitar jam 22.00. Langsung menaiki taksi airport menuju Sembalun Lawang yang ditempuh dalam 2,5 jam perjalanan atau ke Senaru. Di Senaru banyak homestay bersih dan bagus atau di Sembalun Lawang seperti homestay Lembah Rinjani dan Nauli dengan pemandangan spektakuler menghadap Rinjani. Sabtu pagi bisa langsung naik lewat Senaru ke Plawangan Senaru dan turun ke danau. Tiba sore hari bisa bermalam di Plawangan saja (dengan pemandangan sangat bagus) turun ke danau pagi hari atau turun ke Danau langsung bermalam disini. Minggu paginya ada cukup waktu untuk menikmati air panas atau memancing. Jam 11.00 kembali dengan rute yang sama (Senaru). Tiba hampir magrib langsung ke Airport Selaparang dengan penerbangan terakhir.

3 komentar:

  1. pilihan wisata alam yang bagus bagi para pecinta alam..penuh perjuangan namun sangat menantang....blog yang sangat membantu..

    BalasHapus
  2. serasa di puncak everest.,.,pendaki gunung harus mendaki gunung eksotis ini

    BalasHapus
  3. ayo mahasiswa-mahasiswa pecinta alam daki gunung ini, udah lengkap nih rute-rute nya

    BalasHapus