Selasa, 13 November 2012

SURGA DUNIA BAWAH LAUT TAMAN WISATA LAUT “RAJA AMPAT”



SURGA DUNIA BAWAH LAUT
TAMAN WISATA LAUT
RAJA AMPAT


P
anorama Papua sudah terkenal hingga mancanegara. Terlebih pesona pariwisata bahari yang memukau. Selama ini Papua lebih dikenal dengan eksotisme kebudayaannya yang sederhana serta sumber daya alamnya yang melimpah. Salah satunya adalah taman wisata laut Raja Ampat. Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong sejak 2003. Kabupaten yang berpenduduk 31 ribu jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan dan 40.000 km2 lagi lautan.
Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Kepulauan Raja Ampat terletak di barat laut kepala burung Pulau Papua, dengan kurang lebih 1500 pulau kecil dan 4 pulau besar utama, yakni Misol, Salawati, Bantata dan Waigeo. Inilah yang menjadikan Raja Ampat taman laut terbesar.
Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang.
     Bagi yang tidak tertarik dengan aktivitas menyelam, hamparan laut biru yang membiaskan keindahan langit, taburan pasir putih yang memancarkan kilaunya bagaikan mutiara, bisa dinikmati. Selain itu masih ada gugusan pulau-pulau yang memesona dan flora serta fauna unik seperti cenderawasih merah, cenderawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis bunga anggrek. Papua Diving di pulau Mansuar adalah salah satu resort terkemuka yang berada di kawasan ini. Wisatawan-wisatawan mancanegara penggemar selam betah selama berhari-hari bahkan sebulan berada di Raja Ampat menikmati keindahan yang ada di sana dan menginap di Papua Diving. Penginapan sangat sederhana yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Hanya beberapa wisatawan asal Indonesia yang menginap dan menyelam disana. Pulau Kri, Waigeo serta Misool juga menyiapkan resort buat pengunjung.
     Di pulau Misool ada Eco Resort yang dibangun dengan menerapkan prinsip-prinsip konservasi alam yang ketat. Ada kesepakatan dengan penduduk adat di sekitar wilayah tersebut untuk menjaga ekosistem terpadu yang disebut “No Take Zone” yakni melarang eksploitasi pengambilan apapun dari laut, mulai dari berburu kerang, telur penyu,sirip ikan hiu sampai hanya sekedar mencari ikan. Secara ekstrim malah di eco resort ini mengharamkan penggunaan antiseptik karena limbah buangannya dikhawatirkan akan membunuh ekosistem terumbu karang di sekitarnya. Beberapa resort menetapkan harga relatif mahal karena menyuguhkan fasilitas lengkap. Wisatawan dengan biaya terbatas juga dapat memanfaatkan resort milik pemerintah yang jauh lebih murah di daerah Waisai, ibu kota Raja Ampat.
     Raja Ampat menjadi destinasi unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2012. Di sini wisatawan dapat menikmati indahnya terumbu karang dengan biota laut menawan, serta pemandangan bahari yang mengesankan.

Lokasi
     Berlokasi di Koordinat: (0°30′0″S 130°0′0″E) dengan jarak 50 mil atau memakan waktu 2 jam dengan menggunakan speedboat dari pelabuhan Jeftman Sorong , lokasi penyelaman ditemukan pada tahun 1990 oleh warga negara Belanda Max Ammer
.
     Untuk mencapai Waisai, ibukota Raja Ampat, dapat menaiki kapal feri yang berangkat setiap hari pukul 14.00 dari Kota Sorong. Selain snorkling yang tidak mungkin mengecewakan juga dapat melakukan aktivitas Island Shopping, Bird Watching, memancing, atau bertandang ke desa-desa wisata di Raja Ampat. Pemandangan atas dan bawah laut sudah pasti sangat memukau.


Spesies Hewan yang ada di Raja Ampat
      Kawasan Raja Ampat memiliki lebih dari 1,070 jenis spesies ikan, 600 jenis spesies terumbu karang dan 699 jenis molusca. Bandingkan dengan kawasan seluruh Karibia yang hanya memiliki tidak lebih dari 70 jenis terumbu karang. Tidak ada tempat di muka bumi ini yang memiliki begitu banyak keanekaragaman biota laut sebanyak Raja Ampat. Ini bisa jadi disebabkan jumlah populasi penduduk yang sangat sedikit yang masih menggunakan alat pancing tradisional serta akses terbatas antar pulau yang justru melindungi ekosistem alam ini dari kerusakan.


3 komentar:

  1. bener-bener view bawah laut yang indah. semoga suatu saat bisa kesana...

    BalasHapus
  2. informasi yang sangat menariiiik...kapaan ya bisaa kesanaaa

    BalasHapus
  3. benar-benar konstruksi yang sangat menawan dari Allah SWT...

    BalasHapus