Selasa, 13 November 2012

AIR TERJUN KELAS DUNIA DI INDONESIA “BANTIMURUNG”




AIR TERJUN KELAS DUNIA
DI INDONESIA
“BANTIMURUNG 



        Air Terjun Bantimurung merupakan obyek wisata alam di Sulawesi Selatan  yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan. Air Terjun Bantimurung berada di wilayah Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Air terjun ini memiliki lebar 20 meter dan tinggi 15 meter. Airnya yang jernih dan sejuk meluncur dari atas gunung batu dengan deras sepanjang tahun. Dibawah curahan air terjun terdapat sebuah tempat pemandian dari landasan batu kapur yang keras dan tertutup lapisan mineral akibat aliran air selama ratusan tahun. Kedalaman air di permandian ini antara mata kaki hingga ke pinggang. Di sebelah kiri air terjun terdapat tangga beton setinggi 10 meter yang merupakan jalan menuju dua gua yang ada di sekitar air terjun, yaitu Gua Batu dan Gua Mimpi dengan panjang lorong sejauh 1500 m dan memiliki ornamen-ornamen yang menakjubkan.
Obyek wisata Air Terjun Bantimurung terletak sekitar 20 km dari Bandara Hasanuddin, 15 km dari kota Maros, dan 50 km dari Kota Makassar. Obyek wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi dari Kota Makassar sekitar 1 jam. Jika pengunjung berangkat dari Bandara Hasanuddin, perjalanan dapat ditempuh dengan mobil pete-pete (mikrolet) atau bus wisata sekitar 30 menit
Dari sisi sejarah Bantimurung berasal dari dua kata dalam bahasa Bugis halus. Dikatakan dalam suatu cerita rakyat setempat bahwa air terjun tersebut ditemukan oleh Karaeng Simbang, seorang bangsawan setempat bersama pengikutnya. Karena suara air terjun yang menderu-deru, Karaeng Simbang menamakan air terjun itu dengan cara menggabungkan dua kata "benti" yang berarti air dan "merrung" yang artinya bergemuruh. Seiring perkembangan jaman dan bahasa setempat, Bentimerrung lama kelamaan dilafalkan menjadi Bantimurung.
Pada percabangan jalan yang menuju ke Air Terjun Bantimurung, pengunjung disambut dengan sebuah patung kupu-kupu dan  monyet dalam ukuran sangat besar. Keduanya adalah merupakan ikon penting Taman Nasional Bantimurung.

Pendar matahari sore di sela dedaunan pohon yang rimbun di dalam Taman Nasional Bantimurung, tidak jauh dari Air Terjun Bantimurung. Taman Nasional Bantimurung, dimana Air Terjun Bantimurung berada, dikelilingi oleh bukit karang tinggi dengan kemiringan curam, dan banyak pepohonan rindang yang tumbuh diantara karangnya.

           



       Sebuah ceruk di bawah batu karang kapur raksasa, yang bisa digunakan untuk berteduh ketika hujan jatuh atau saat panas matahari menyengat, di sebelah kiri jalan menuju Air Terjun Bantimurung. Struktur batu karang kapur di Bantimurung memang sangat unik, seperti teronggok begitu saja di atas tanah datar.

 



Aliran air jernih dengan bentuk sungai indah di tengah kerimbunan pepohonan, yang merupakan kelanjutan dari aliran Air Terjun Bantimurung. Berbeda dengan kebanyakan air terjun yang lain, pengunjung tidak perlu turun ke lembah untuk melihat Air Terjun Bantimurung.

       

     Inilah Air Terjun Bantimurung dengan lintasan air berupa batuan yang lebar, bergelombang, halus dan indah, tempat dimana sebagian besar pengunjung menghabiskan waktu selain melihat kupu-kupu dan mencari monyet. Tidak sebagaimana kebanyakan air terjun lain yang membuat palung yang dalam di tempat jatuhnya air, maka Air Terjun Bantimurung yang tingginya 30 meter ini tidak menciptakan palung. Selain karena dasarnya berupa bebatuan keras yang luas, juga karena kontur landai batuan yang menjadi rambatan air terjunnya yang tampaknya mengurangi daya hantam Air Terjun Bantimurung.

Karenanya, dasar Air Terjun Bantimurung merupakan tempat yang sangat digemari para pengunjung untuk merasakan pijatan air terjun yang sejuk dan jernih serta duduk-duduk sambil bercanda dengan teman di sepanjang bebatuan yang datar dan nyaman ditengah deru suara air terjun yang ritmis. Suasana di dasar Air Terjun Bantimurung diambil dari undakan yang berada di samping Air Terjun Bantimurung. Nama Bantimurung, yang secara harafiah berarti gemuruh suara air, konon diberikan oleh Karaeng Simbang, penguasa Kerajaan Simbang.
Selain memiliki air terjun yang mempesona,  kawasan wisata Air Terjun Bantimurung juga menjadi habitat berbagai spesies kupu-kupu yang langka, sehingga penjajah Belanda pernah menjuluki tempat ini sebagai “Kingdom of Butterfly”. Bahkan seorang naturalis asal Inggris, Alfred Rassel Wallase, pernah tinggal dikawasan ini selama kurang lebih satu tahun (1856-1857) untuk meneliti 150 spesies kupu-kupu yang tergolong langka itu. Hingga saat ini, para pengunjung masih dapat menyaksikan indahnya warna-warni kupu-kupu dengan berbagai spesies yang berterbangan di antara bunga-bunga dan semak-belukar yang memenuhi gunung batu Bantimurung. Didalam kompleks tidak jauh dari lokasi Air Terjun Bantimurung, terdapat museum kupu-kupu berukuran kecil, yang koleksinya sudah mulai menua dengan bangunan serta tempat penyimpanan koleksi terlihat tidak terawat dengan cukup baik. Bagaimanapun pemandangan di Bantimurung sungguh cantik dengan bukit kapur dan karang raksasa yang mendominasi pemandangan, yang tampak seperti mahakarya instalasi Mahabesar yang diatur dengan cantik di sebuah tanah luas yang datar.

3 komentar:

  1. tulisan yang sangat bermanfaat dan menarik disertai foto yang detail..para keluarga wajib berkunjung ke wisata alam ini...

    BalasHapus
  2. wah baru tau nih ada tempat kyk gni di Indonesia..gak kalah dr Niagara nih...thanks info nya

    BalasHapus
  3. walaupun gak dekat dari tempat saya tinggal, tapi bisa adi refrence untuk wisata alam..infonya sangat menarik

    BalasHapus