Selasa, 13 November 2012

SURGA DUNIA BAWAH LAUT TAMAN WISATA LAUT “RAJA AMPAT”



SURGA DUNIA BAWAH LAUT
TAMAN WISATA LAUT
RAJA AMPAT


P
anorama Papua sudah terkenal hingga mancanegara. Terlebih pesona pariwisata bahari yang memukau. Selama ini Papua lebih dikenal dengan eksotisme kebudayaannya yang sederhana serta sumber daya alamnya yang melimpah. Salah satunya adalah taman wisata laut Raja Ampat. Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong sejak 2003. Kabupaten yang berpenduduk 31 ribu jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan dan 40.000 km2 lagi lautan.
Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Kepulauan Raja Ampat terletak di barat laut kepala burung Pulau Papua, dengan kurang lebih 1500 pulau kecil dan 4 pulau besar utama, yakni Misol, Salawati, Bantata dan Waigeo. Inilah yang menjadikan Raja Ampat taman laut terbesar.
Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang.
     Bagi yang tidak tertarik dengan aktivitas menyelam, hamparan laut biru yang membiaskan keindahan langit, taburan pasir putih yang memancarkan kilaunya bagaikan mutiara, bisa dinikmati. Selain itu masih ada gugusan pulau-pulau yang memesona dan flora serta fauna unik seperti cenderawasih merah, cenderawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis bunga anggrek. Papua Diving di pulau Mansuar adalah salah satu resort terkemuka yang berada di kawasan ini. Wisatawan-wisatawan mancanegara penggemar selam betah selama berhari-hari bahkan sebulan berada di Raja Ampat menikmati keindahan yang ada di sana dan menginap di Papua Diving. Penginapan sangat sederhana yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Hanya beberapa wisatawan asal Indonesia yang menginap dan menyelam disana. Pulau Kri, Waigeo serta Misool juga menyiapkan resort buat pengunjung.
     Di pulau Misool ada Eco Resort yang dibangun dengan menerapkan prinsip-prinsip konservasi alam yang ketat. Ada kesepakatan dengan penduduk adat di sekitar wilayah tersebut untuk menjaga ekosistem terpadu yang disebut “No Take Zone” yakni melarang eksploitasi pengambilan apapun dari laut, mulai dari berburu kerang, telur penyu,sirip ikan hiu sampai hanya sekedar mencari ikan. Secara ekstrim malah di eco resort ini mengharamkan penggunaan antiseptik karena limbah buangannya dikhawatirkan akan membunuh ekosistem terumbu karang di sekitarnya. Beberapa resort menetapkan harga relatif mahal karena menyuguhkan fasilitas lengkap. Wisatawan dengan biaya terbatas juga dapat memanfaatkan resort milik pemerintah yang jauh lebih murah di daerah Waisai, ibu kota Raja Ampat.
     Raja Ampat menjadi destinasi unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2012. Di sini wisatawan dapat menikmati indahnya terumbu karang dengan biota laut menawan, serta pemandangan bahari yang mengesankan.

Lokasi
     Berlokasi di Koordinat: (0°30′0″S 130°0′0″E) dengan jarak 50 mil atau memakan waktu 2 jam dengan menggunakan speedboat dari pelabuhan Jeftman Sorong , lokasi penyelaman ditemukan pada tahun 1990 oleh warga negara Belanda Max Ammer
.
     Untuk mencapai Waisai, ibukota Raja Ampat, dapat menaiki kapal feri yang berangkat setiap hari pukul 14.00 dari Kota Sorong. Selain snorkling yang tidak mungkin mengecewakan juga dapat melakukan aktivitas Island Shopping, Bird Watching, memancing, atau bertandang ke desa-desa wisata di Raja Ampat. Pemandangan atas dan bawah laut sudah pasti sangat memukau.


Spesies Hewan yang ada di Raja Ampat
      Kawasan Raja Ampat memiliki lebih dari 1,070 jenis spesies ikan, 600 jenis spesies terumbu karang dan 699 jenis molusca. Bandingkan dengan kawasan seluruh Karibia yang hanya memiliki tidak lebih dari 70 jenis terumbu karang. Tidak ada tempat di muka bumi ini yang memiliki begitu banyak keanekaragaman biota laut sebanyak Raja Ampat. Ini bisa jadi disebabkan jumlah populasi penduduk yang sangat sedikit yang masih menggunakan alat pancing tradisional serta akses terbatas antar pulau yang justru melindungi ekosistem alam ini dari kerusakan.


Elok dan Khasiat Pemandian Air Panas Sungai Janiah yang Penuh Legenda



Elok dan Khasiat Pemandian Air Panas Sungai Janiah yang Penuh Legenda



Sebagai daerah yang memiliki banyak gunung. Tak heran kalau Sumatera Barat juga memiliki banyak tempat-tempat pemandian air panas. Salah satu daerah yang memiliki pemandian air panas adalah di Kabupaten Solok, yaitu pemandian air panas Sungai Janiah. Pemandian air panas sungai janiah terletak di desa Aia Angek Kabupaten Solok. Pemandian ini memiliki dua kolam mandi. Satu dimiliki masyarakat desa dan yang satu lagi dikelola oleh pribadi. Pemandian yang dikelola oleh masyarakat menyerupai tempat - tempat pemandian di desa pada umumnya, yaitu memakai pancuran. Selain pancuran, pemandian ini juga sudah di kolamkan. Sedangkan pemandian yang kedua berbentuk kolam renang. Selain itu juga ada tempat mandinya terpisah antara laki-laki dan perempuan.
Di pemandian yang memiliki kolam renang, agar tidak terlalu panas, maka air kolamnya dicampur dengan air dingin. Sehingga kulit tidak terlalu terkejut ketika masuk kolam ini. Untuk yang lebih panasnya oleh pemilik kolam renang disediakan pancuran di tepi kolam.
Untuk mencapai daerah ini, dari Kota Padang sebelum masuk daerah Kota Solok, di desa yang bernama Aro Talang ada Simpang Tiga.  Masuk ke simpang tersebut sebelah kanan dan berjalan dengan mobil sejauh sekitar 10 km.  Setibanya di desa Aia Angek, kita bisa lihat dua tempat pemandian umum. Masyarakat disana mandi pada malam hari dan pagi hari sebelum subuh. Sebab pada siang hari air akan terasa sangat panas. Sementara kalau malam hari udara yang dingin akan mengurangi rasa panas yang ditimbulkan oleh uap air. Jadi kalau anda berminat untuk mandi di Pemandian Air Panas ini, sebaiknya pergi sore hari dari Padang. Sesampainya di sana hari sudah malam, dan anda bisa langsung mandi.
Kolam pemandian yang dikelola oleh masyarakat setempat tersebut setiap harinya kerap didatangi warga dari berbagai daerah di Sumatera Barat, baik untuk mendapatkan kesegarannya maupun pengobatan. Setiap harinya selalu saja ada yang datang dan mandi serta memanfaatkan kesegaran badan. Rata-rata kalau rombongan menggunakan mobil berukuran sedang maupun dengan sepeda motor.
Untuk bisa menikmati sensasi air hangat dengan maksimal dan berkhasiat untuk kesembuhan di lokasi tersebut, disarankan untuk datang pada waktu subuh dan maupun sore hari. Dua waktu tersebut sangat bagus, karena hawanya dingin, juga sangat bagus untuk pengobatan. Namun jangan datang pada saat siang hari. Biasanya pada siang hari suhu air akan sangat panas. Telur saja bisa masak saat siang hari


Legenda Ikan Sakti Sungai Janiah
Sungai Janiah sudah lama terkenal memiliki legenda “Ikan Sati” atau ikan sakti. Di lokasi yang terletak 3,5 km dari sebuah simpang sebelum Pasar Baso di tepi jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh kini dijadikan objek wisata. Sungai Janiah bukanlah sebuah sungai berair jernih, tapi hanya sebuah kolam ikan di belakang sebuah mesjid yang airnya tidak jernih.
Para pengunjung ada yang kesana untuk melihat ikan-ikan yang meliuk berenang kian-kemari. Penduduk disana tidak ada yang tahu jenis ikan yang rata-rata panjangnya setengah meter hingga yang kecil 10 cm. Ikan-ikan tersebut berwarna gelap, berbadan ramping dan panjang. Orang-orang disana hanya tahu ikan-ikan tersebut sakti dan sudah ada sejak zaman dulu. Penduduk sekitar memiliki legenda bahwa nenek moyang ikan di sana berasal dari seorang anak perempuan. Setidaknya ada dua versi cerita legenda tentang ikan Sungai Janiah. Versi pertama di kutip dari buku sederhana karangan Ketua Seksi Pariwisata Bapak C. Panggulu Basa yang banyak dijual di kedai-kedai kecil di objek wisata Sungai Janiah. Versi kedua menurut tokoh Sungai Janiah, Muchtar Tuanku Sampono.








RINDANG DAN NYAMANNYA WISATA ALAM HUTAN KALIBIRU



RINDANG DAN NYAMANNYA WISATA

 ALAM HUTAN KALIBIRU




Wisata alam Hutan Kalibiru terletak di Kulonprogo Yogyakarta, pada ketinggian 450 m dpl. Lokasi kawasan wisata ini berada di sebelah barat Kota Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 40 km atau hanya berjarak 10 km dari Kota Wates, Ibukota Kabupaten Kulonprogo.
Wisata Alam ini dibangun atas inisiatif masyarakat disekitar hutan negara yang berkeinginan agar hutan tersebut tetap tumbuh hijau, sejuk dan lestari. Pengembangan wisata alam ini tidak lepas dari proses panjang upaya masyarakat di sekitar hutan dalam memulihkan keadaan hutan yang dulunya tandus dan gersang.

Pembangunan wisata alam Kalibiru dilakukan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan jasa lingkungan atas dasar Izin Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan selama 35 tahun  (terhitung sejak 14 Pebruari 2008) yang diperoleh kelompok-kelompok pengelola hutan atas kepercayaaan yang diberikan oleh Pemerintah kepada masyarakat di sekitar hutan Negara tersebut.
Salah satu daya tarik kawasan wisata alam ini adalah bentang alamnya yang asri yang merupakan harmonisasi antara hijaunya hutan dengan hamparan berbukit yang sangat luas dengan pemandangan alamnya yang sangat indah dan mempesona. Keelokan alam ini semakin menarik ketika terpadukan dengan suasana masyarakat Desa yang ramah, santun, yang masih kental dengan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan, yang masih mempertahankan beraneka ragam seni budaya tradisional, sehingga mampu menimbulkan rasa tenang dan nyaman siapa saja yang berkunjung di kawasan wisata alam ini.


    Selain hamparan alam yang sangat mempesona di Hutan Kalibiru ini dapat melakukan kegiatan yang memicu adrenalin, seperti flying fox yang mempunyai track sepanjang 85 meter dan fasilitas outbond semakin cocok tempat ini untuk anda jadikan tempat liburan bersama keluarga ataupun teman. Dan bagi yang hanya ingin sekedar bersantai menikmati keindahan alam dapat bisa berjalan kaki menuju gardu yang berada diketinggian, digardu itu dapat menikmati pemandangan lembah, bentangan alam perbukitan, hamparan hutan yang hijau dan keindahan waduk sermo.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru antara lain seperti Outbound Training, Wisata Pedesaan, Wisata Budaya, Wisata Pendidikan, Wisata Keluarga, Wisata Trekking, Wisata Terapi Alam dan lain-lain

Fasilitas Pendukung
Pengunjung wisata alam Kalibiru ini juga dapat menikmati sejumlah fasilitas pendukung sebagai berikut :
     -      Pondok wisata
Fasilitas  penginapan dengan desain "rumah kampung Jawa" yang dimodifikasi. Di kawasan ini ada 6 unit fasilitas pondok wisata dengan daya tampung masing-masing untuk 10-15 orang. Keberadaan pondok ini juga didukung oleh adanya Homestay (rumah singgah) yang berada di rumah-rumah penduduk sekitar kawasan. 
-      Joglo (ruang pertemuan) :
Ruang Pertemuan yang ada di kawasan ini disediakan khusus dalam bentuk “Rumah Joglo” yang masih asli. Jumlahnya ada 3 unit, 2 unit berlantai keramik, 1 unit berlantai semen, masing-masing memiliki kapasitas hingga 75 orang.
-      Gardu Pandang
Gardu pandang yang dibangun di atas ketinggian bukit Menoreh ini bisa menjadi tempat untuk melihat pemandangan alam yang ada di bawahnya.
-      Perpustakaan
Keberadaan perpustakaan ini sangat mendukung kemajuan masyarakat di sekitar kawasan wisata Kalibiru.
-      Flying Fox
Di kawasan Kalibiru terdapat dua lintasan flying fox :
  • 1 jalur untuk anak-anak, panjang lintasan 50 m dengan grade rendah
  • 1 jalur untuk dewasa, panjang lintasan 85 m dengan grade sedang
      -      Jalur Trekking
Jalur trekking ini melingkar di sepanjang kawasan. Disamping untuk kegiatan olahraga dan refreshing, melalui jalur ini kita bisa mengenal berbagai jenis tanaman hutan. Kegiatan Trekking bisa dilakukan melalui beberapa jalur alternatif:
  • Jalur Dekat (2-3 km) : Merupakan jalur melingkar dari kawasan hutan melewati beberapa ruas jalan setapak (jalur merumput) menuju masuk ke pemukiman penduduk dan kembali ke kawasan hutan.
  • Jalur Menengah (3-4 km) : Merupakan jalur melingkar dari kawasan hutan melewati beberapa ruas jalan setapak (jalur merumput) lalu menyisir sungai-sungai kecil di kawasan hutan lalu masuk ke pemukiman penduduk dan kembali ke kawasan hutan.
  • Jalur Jauh (4-5 km) : Merupakan jalur melingkar dari kawasan hutan melewati beberapa ruas jalan setapak (jalur merumput) lalu menyisir sungai-sungai kecil di kawasan hutan lalu masuk ke lokasi Waduk Sermo lalu melewati jalan utama/masuk ke pemukiman penduduk dan kembali ke kawasan hutan.

Wow.. Eksotisnya Wisata Alam Gunung Rinjani



Wow.. Eksotisnya Wisata Alam 

Gunung Rinjani


B
alai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Rinjani, di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2009 mencapai 12.756 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 11.391 orang. Jumlah wisatawan yang melakukan wisata alam dan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani pada 2009 meningkat cukup signifikan dari tahun sebelumnya meskipun kawasan tersebut dalam status waspada.

           TNGR merupakan kawasan wisata andalan NTB yang telah dikenal dunia internasional karena pada tahun 2004 menerima penghargaan dunia yakni "World Legacy Award" dari National Geographic sebagai daerah wisata yang berhasil mengembangkan pariwisata berbasis ekowisata. Tahun 2008 pun TNGR termasuk tiga finalis "Tourist for Tourism Award" untuk kategori "Destination Award" yang diselenggarakan oleh World Tourist and Tourism Council (WTC) yang bermarkas di London, Inggris. Selain itu, TNGR pun telah diusulkan untuk ditetapkan sebagai Taman Bumi (geopark) yang akan menambah jumlah geopark dunia yang saat ini terhitung 53 buah. Geopark tersebut tersebar di 17 negara di bawah jaringan Unesco.
Gunung Rinjani (3.726 di atas permukaan laut/mdpl) saat ini masih berstatus waspada tingkat II karena Gunung Barujari (2.376 mdpl) yang merupakan anak Gunung Rinjani meletus pada 2 Mei 2009. Akibat adanya letusan anak Gunung Rinjani tersebut, seluruh jalur pendakian ditutup sementara dan dibuka kembali setelah adanya rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. Namun pihaknya tetap mengimbau kepada para pengunjung yang melakukan pendakian untuk tidak memasuki kawasan Danau Segara Anak yang berada pada ketinggian sekitar 2.010 mdpl sebelum mencapai puncak Gunung Rinjani, karena dekat denagn lokasi letusan Gunung Baru Jari.

 

Para pengunjung tetap melakukan pendakian hingga ke danau dengan alasan ingin melihat panorama alam Gunung Rinjani dari kawasan tersebut. Sebanyak 12.756 orang wisatawan tersebut terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 9.172 orang dan wisatawan Nusantara sebanyak 3.584 orang. Para pengunjung tersebut melakukan pendakian ke Gunung Rinjani melalui empat jalur pendakian resmi yang telah ditentukan pemerintah. Empat jalur pendakian resmi tersebut yakni jalur pendakian Torean di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, jalur Senaru di Kecamatan Kayangan Lombok Utara, jalur pendakian Timbanuh di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur dan jalur pendakian Sembalun di Kecamatan Sembalun Lombok Timur. Khusus untuk para wisatawan mancanagera yang melakukan pendakian umumnya diajak oleh pengusaha yang bergerak di bidang jasa pendakian atau tracking organizer (TO) yang ada di wilayah Kecamatan Sembalun dan Senggigi, Lombok Barat, NTB. Ribuan  wisman yang sebagian besar berasal dari Jerman, Prancis dan Kanada itu diajak pengusaha yang bergerak di bidang jasa perjalanan wisata yang ada di wilayah Lombok Timur dan di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat.
Perjalanan menuju puncak tergolong lumayan berat karena meniti dibibir kawah. Pada ketinggian 200 meter terakhir harus ditempuh dengan susah payah karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun. Buat highlander ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yg indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari.
Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, hanya cukup stamina, kesabaran dan kegigihan. Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program 3 hari 2 malam. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat seperti tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yg diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay di desa Senaru. Yang unik lainnya dari Rinjani, disana ada cukup banyak toilet. Bentuknya kotak besi warna hijau. Diatasnya ada penampung air hujan. Juga ada yang memakai tangki fibre.
Cerita tentang pemandangan rasanya kita tidak akan kehabisan momen pengambilan gambar. Pagi dan sore saat yang paling indah untuk di foto, Rinjani dengan kontur tiga dimensinya yang ektrim menyediakan begitu banyak sudut indah. Awan, kabut, pohon tunggal ditengah savana, monyet yang ekspresif, porter in action, wajah gembira highlander atau mahasiswa ketika mendapatkan karper besar, perjuangan menggapai puncak rinjani menyediakan banyak momen bagus untuk di foto.
Jika tidak memiliki waktu yang lama Lombok masih dapat dicapai dalam liburan sabtu-minggu. Sekarang ini banyak penerbangan Jakarta-Lombok (via Surabaya). Kalau menggunakan penerbangan udara sore, dapat berangkat sesudah pulang kerja di jumat petang, tiba di Mataram sekitar jam 22.00. Langsung menaiki taksi airport menuju Sembalun Lawang yang ditempuh dalam 2,5 jam perjalanan atau ke Senaru. Di Senaru banyak homestay bersih dan bagus atau di Sembalun Lawang seperti homestay Lembah Rinjani dan Nauli dengan pemandangan spektakuler menghadap Rinjani. Sabtu pagi bisa langsung naik lewat Senaru ke Plawangan Senaru dan turun ke danau. Tiba sore hari bisa bermalam di Plawangan saja (dengan pemandangan sangat bagus) turun ke danau pagi hari atau turun ke Danau langsung bermalam disini. Minggu paginya ada cukup waktu untuk menikmati air panas atau memancing. Jam 11.00 kembali dengan rute yang sama (Senaru). Tiba hampir magrib langsung ke Airport Selaparang dengan penerbangan terakhir.

AIR TERJUN KELAS DUNIA DI INDONESIA “BANTIMURUNG”




AIR TERJUN KELAS DUNIA
DI INDONESIA
“BANTIMURUNG 



        Air Terjun Bantimurung merupakan obyek wisata alam di Sulawesi Selatan  yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan. Air Terjun Bantimurung berada di wilayah Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Air terjun ini memiliki lebar 20 meter dan tinggi 15 meter. Airnya yang jernih dan sejuk meluncur dari atas gunung batu dengan deras sepanjang tahun. Dibawah curahan air terjun terdapat sebuah tempat pemandian dari landasan batu kapur yang keras dan tertutup lapisan mineral akibat aliran air selama ratusan tahun. Kedalaman air di permandian ini antara mata kaki hingga ke pinggang. Di sebelah kiri air terjun terdapat tangga beton setinggi 10 meter yang merupakan jalan menuju dua gua yang ada di sekitar air terjun, yaitu Gua Batu dan Gua Mimpi dengan panjang lorong sejauh 1500 m dan memiliki ornamen-ornamen yang menakjubkan.
Obyek wisata Air Terjun Bantimurung terletak sekitar 20 km dari Bandara Hasanuddin, 15 km dari kota Maros, dan 50 km dari Kota Makassar. Obyek wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi dari Kota Makassar sekitar 1 jam. Jika pengunjung berangkat dari Bandara Hasanuddin, perjalanan dapat ditempuh dengan mobil pete-pete (mikrolet) atau bus wisata sekitar 30 menit
Dari sisi sejarah Bantimurung berasal dari dua kata dalam bahasa Bugis halus. Dikatakan dalam suatu cerita rakyat setempat bahwa air terjun tersebut ditemukan oleh Karaeng Simbang, seorang bangsawan setempat bersama pengikutnya. Karena suara air terjun yang menderu-deru, Karaeng Simbang menamakan air terjun itu dengan cara menggabungkan dua kata "benti" yang berarti air dan "merrung" yang artinya bergemuruh. Seiring perkembangan jaman dan bahasa setempat, Bentimerrung lama kelamaan dilafalkan menjadi Bantimurung.
Pada percabangan jalan yang menuju ke Air Terjun Bantimurung, pengunjung disambut dengan sebuah patung kupu-kupu dan  monyet dalam ukuran sangat besar. Keduanya adalah merupakan ikon penting Taman Nasional Bantimurung.

Pendar matahari sore di sela dedaunan pohon yang rimbun di dalam Taman Nasional Bantimurung, tidak jauh dari Air Terjun Bantimurung. Taman Nasional Bantimurung, dimana Air Terjun Bantimurung berada, dikelilingi oleh bukit karang tinggi dengan kemiringan curam, dan banyak pepohonan rindang yang tumbuh diantara karangnya.

           



       Sebuah ceruk di bawah batu karang kapur raksasa, yang bisa digunakan untuk berteduh ketika hujan jatuh atau saat panas matahari menyengat, di sebelah kiri jalan menuju Air Terjun Bantimurung. Struktur batu karang kapur di Bantimurung memang sangat unik, seperti teronggok begitu saja di atas tanah datar.

 



Aliran air jernih dengan bentuk sungai indah di tengah kerimbunan pepohonan, yang merupakan kelanjutan dari aliran Air Terjun Bantimurung. Berbeda dengan kebanyakan air terjun yang lain, pengunjung tidak perlu turun ke lembah untuk melihat Air Terjun Bantimurung.

       

     Inilah Air Terjun Bantimurung dengan lintasan air berupa batuan yang lebar, bergelombang, halus dan indah, tempat dimana sebagian besar pengunjung menghabiskan waktu selain melihat kupu-kupu dan mencari monyet. Tidak sebagaimana kebanyakan air terjun lain yang membuat palung yang dalam di tempat jatuhnya air, maka Air Terjun Bantimurung yang tingginya 30 meter ini tidak menciptakan palung. Selain karena dasarnya berupa bebatuan keras yang luas, juga karena kontur landai batuan yang menjadi rambatan air terjunnya yang tampaknya mengurangi daya hantam Air Terjun Bantimurung.

Karenanya, dasar Air Terjun Bantimurung merupakan tempat yang sangat digemari para pengunjung untuk merasakan pijatan air terjun yang sejuk dan jernih serta duduk-duduk sambil bercanda dengan teman di sepanjang bebatuan yang datar dan nyaman ditengah deru suara air terjun yang ritmis. Suasana di dasar Air Terjun Bantimurung diambil dari undakan yang berada di samping Air Terjun Bantimurung. Nama Bantimurung, yang secara harafiah berarti gemuruh suara air, konon diberikan oleh Karaeng Simbang, penguasa Kerajaan Simbang.
Selain memiliki air terjun yang mempesona,  kawasan wisata Air Terjun Bantimurung juga menjadi habitat berbagai spesies kupu-kupu yang langka, sehingga penjajah Belanda pernah menjuluki tempat ini sebagai “Kingdom of Butterfly”. Bahkan seorang naturalis asal Inggris, Alfred Rassel Wallase, pernah tinggal dikawasan ini selama kurang lebih satu tahun (1856-1857) untuk meneliti 150 spesies kupu-kupu yang tergolong langka itu. Hingga saat ini, para pengunjung masih dapat menyaksikan indahnya warna-warni kupu-kupu dengan berbagai spesies yang berterbangan di antara bunga-bunga dan semak-belukar yang memenuhi gunung batu Bantimurung. Didalam kompleks tidak jauh dari lokasi Air Terjun Bantimurung, terdapat museum kupu-kupu berukuran kecil, yang koleksinya sudah mulai menua dengan bangunan serta tempat penyimpanan koleksi terlihat tidak terawat dengan cukup baik. Bagaimanapun pemandangan di Bantimurung sungguh cantik dengan bukit kapur dan karang raksasa yang mendominasi pemandangan, yang tampak seperti mahakarya instalasi Mahabesar yang diatur dengan cantik di sebuah tanah luas yang datar.